Minggu, 18 Maret 2018

Doa-Doa dan Amalan Pada Bulan Rajab


Do’a Menjelang Bulan Rajab


اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ 

Artinya : 
“Ya Allah, berkatilah kami di dalam bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”

DO’A-DO’A BULAN RAJAB
1. Do’a Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani
Dalam kitab Al-Ghun-yah beliau menuturkan, pada malam pertama bulan Rajab disunnahkan membaca do’a sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيْمِ. إِلَهِيْ تَعَرَّضَ لَكَ فِيْ هَذِهِ الَّليْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ، وَقَصَدَكَ الْقَاصِدُوْنَ وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ، وَلَكَ فِيْ هَذِهِ الَّليْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ، تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ، وَهَاَءَنَذَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إِلَيْكَ، أَلْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَ مَعْرُوْفَكَ، فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلاَيَ تَفَضَّلْتَ فِيْ هَذِهِ الَّليلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِمَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ فَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وآلِهِ وَصَحْبِهِ، وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya  :
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
“Ya Tuhanku, pada malam ini orang-orang yang ingin berpaling kepadaMu sedang berpaling, orang-orang yang ingin menghadap kepadaMu sedang menghadap, orang-orang yang menghendaki anugrah dan kebajikanMu sedang berharap. Pada malam ini Engkau mempunyai banyak anugrah, pemberian dan hadiah yang Engkau berikan pada hamba yang Engkau kehendaki, dan Engkau menolak terhadap orang yang tidak mendapatkan pertolonganMu.
Inilah saya, hambaMu yang membutuhkan pertolonganMu, yang mengharapkan anugrah dan kebajikanMu. Jika Engkau Ya Alloh, pada malam ini memberi anugrah pada seseorang diantara makhluqMu,  jika Engkau memberi kenikmatan kepadanya dari kemurahanMu, maka sampaikanlah rahmatMu kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, keluarga dan para SahabatNya. Serta berikanlah kemurahanMu kepadaku dengan pertolongan dan kebajikanMu, wahai Tuhan Alam Semesta.

2. Do’a Ali bin Abi Tholib RA. 
Do’a yang sering dibaca oleh Ali bin Abi Tholib RA pada malam-malam mustajabah, yaitu: malam satu Rajab, malam Idhul Fithri, malam Idul Adha dan malam Nishfu Sya’ban adalah: 
بِسْمِ اللهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيْمِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ  وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ, فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّــــالِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِيْ السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِيْ الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.

Artinya : 
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
“Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya yang bagaikan lampu-lampu yang memancarkan kebijaksanaan, yang mendapatkan kenikmatan dan (menjadi) sumbernya perlindungan. Lindungilah saya dari setiap keburukan, janganlah Engkau menuntut saya karena kelengahan dan kelalaian saya. Dan janganlah rasa penyesalan dan ratapan Engkau jadikan dalam akhir kehidupan saya. Ridloilah (ampunilah) saya, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang yang menganiaya (dzolim), dan saya termasuk orang-orang yang dzolim.
Ya Alloh, ampunilah dosa-dosa saya yang tidak dapat membahayakanMu, dan berilah saya sesuatu yang tidak bermanfaat bagiMu, sesunggunya kasih sayangMu amatlah luas, kebijaksanaanMu amatlah mengagumkan, maka berilah saya kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, rasa syukur, keselamatan dan ketaqwaan.”
“Curahkanlah kesabaran dan kebenaran kepada saya dan orang-orang yang Engkau cintai, dan berilah kemudahan kepada saya, dan janganlah Engkau sertakan kesulitan bersama kemudahan itu. Dan ratakanlah semua itu untuk keluarga saya, anak saya, saudara-saudara seagama saya, dan orang-orang yang telah melahirkan saya dari kaum Muslimin, Muslimat dan Mu’minin Mu’minat.


3. Membaca Surat Yasin
Pada bulan Rajab, setelah sholat sunnah qobliah Shubuh disunnahkan membaca Surat Yasin. Diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Rosulullah SAW bersabda: 


مَنْ قَرَأَ بَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ فِى شَهْرِ رَجَبَ يَسٍ مَرَّةً وَاحِدَةً غَفَرَ اللهُ تَعَالَى لَهُ ذُنُوْبَ خَمْسِيْنَ سَنَةً وَدَفَعَ عَنْهُ عَذَابَ الْقَبْرِ

Artinya : 
Barang siapa setelah sholat fajar pada bulan Rajab membaca Surat Yasin satu kali, maka Allah mengampuni dosanya selama 50 tahun dan Allah akan menyelamatkannya dari siksa qubur.”  

4. Sholat Sunah
Dalam kitab Khozinatul Asror disebutkan, pada malam 1 Rajab disunnahkan menjalankan sholat sunnah 10 rakaat, dengan metode : Setiap selesai membaca Surat Al Fatihah kemudian membaca Surat Al-Kafirun 1 kali dan Surat Al-Ikhlash 3 kali. 

5. Istighfar Bulan Rajab
Setiap selesai shalat fardlu membaca istighfar berikut 70 kali dengan mengangkat kedua tangan.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ
Artinya: 
Ya Allah! Semoga Engkau mengampuni dosaku dan sayangilah diriku dan aku bertaubat kepada-Mu.

6. Tasbih Bulan Rajab
Malam tanggal 1-10 Rajab membaca tasbih berikut 100 x setiap hari. 
سُبْحانَ اللهِ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ
Artinya: “Maha suci Allah yang Maha Hidup dan berdiri sendiri”.

Malam tanggal 11-20 Rajab membaca tasbih berikut 100 x setiap hari. 
سُـبْحَانَ اللهِ اْلأَحَدِ الصَّمَدِ
Arinya : Maha suci Allah yang maha Esa dan yang tidak butuh pada sesuatu.

Malam tanggal 21-30 Rajab membaca tasbih berikut 100 x setiap hari. 
سُـبْحَانَ اللهِ الرَّءُوْفِ
Artinya : “Maha suci Allah yang Maha pengasih.

7. Doa Tanggal 27 Rajab
اَللَّهُمَّ بِمُشَاهَدَةِ اَسْرَارِ المُحِبِّيْنَ، وَبِاْلخَلْوَةِ الَّتِيْ خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ اْلمُرْسَلِيْنَ، حِيْنَ اَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَاْلعِشْرِيْنَ، اَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ اْلحَزِيْنَ، وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَااَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ

Artinya: 
Ya Allah! Dengan dengan kesaksian rahasia-rahasia pencinta-Mu, dan dengan kesunyiaan Engkau Khususkan Pemimpin para Rasul Nabi Muhammad SAW, ketika Engkau Isro’kan pada Tanggal 27 Rajab, semoga Allah merahmati hatiku yang sedang sedih dan terimalah doaku wahai Dzat yang Maha Mulia dari segala yang mulia”.

8. Dzikir Jum’at terakhir Bulan Rajab
Siapa saja membaca dalam hati kalimah berikut pada hari Jum’at terakhir bulan Rajab ketika khatib berada di atas mimbar sebanyak 35 x, niscaya selama tahun itu rezeki tidak putus dari tangannya. 
اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ – مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Artinya: Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah.” 

Diambil dari Buku  Menggapai Ridha Ilahi: Panduan Lengkap Doa & Dzikir

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Start typing and press Enter to search