Minggu, 29 April 2018

Amalan pada Malam Nisfu Sa'ban



Pada malam Nishfu Sya’ban  disunnahkan untuk memperbanyak permohonan dan do’a kepada Allah, baik permintaan yang berhubungan dengan kehidupan dunia maupun yang berhubungan dengan akhirot Namun yang paling utama sebaiknya meminta ampunan dan keselamatan Dalam hadist disebutkan:
مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ  العِيْدَيْنِ وَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ حِيْنَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ
Artinya:
Barang siapa yang menghidupkan (beribadah) dimalam dua hari Raya (Idul Adha dan Idul Fithri) dan malam pertengahan dari bulan Syaban, maka hatinya tidak mati ketika hati orang-orang menjadi mati

Sebagian ulama ada yang menganjurkan untuk menghidupkan atau memeriahkan malam nishfu Sya’ban dengan berkumpul ramai-ramai di masjid untuk shalat, berdo’a atau membaca berbagai kisah Namun hal tersebut adalah suatu amalan yang tidak ada tuntunannya Hadits yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban merupakan hadits dlo’if.

Jika menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat di rumah dan khusus untuk dirinya sendiri atau mungkin dilakukan dengan jama’ah tertentu (tanpa terang-terangan), maka menurut sebagian ulama hal tersebut tidak dilarang Namun, mayoritas ulama mengatakan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya.

Membaca Surat Yasin
Bagi kaum muslimin yang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban (karena mengikuti sebagian ulama yang memperbolehkan), maka dianjurkan untuk membaca Surat Yasin tiga kali, dilakukan sendiri-sendiri atau secara bersama-sama, atau dibaca salah satu dan di-amini oleh yang lain, dibaca didalam masjid, musholla atau dirumah Ketika membaca supaya niat mencari ridlonya Allah SWT, dan memohon kepadaNya agar:
Diberi umur panjang (untuk yasin yang pertama)
Terhidar dari segala bencana/musibah (untuk yasin yang kedua)
Diberi kemudahan dalam mencari rizqi (untuk yasin ketiga)
Setelah selesai membaca Surat Yasin kemudian membaca do’a sebagai berikut :

Doa Yasin Versi Syaikh Al-Allamah Ad-Dairobi
إِلَهِيْ جُوْدُكَ دَلَّنِيْ عَلَيْكَ، وَإِحْسَانُكَ قَرَّبَنِيْ إِلَيْكَ، أَشْكُوْ إِلَيْكَ مَا لَا يَخْفَى عَلَيْكَ، وَأَسْأَلُكَ مَا لَا يَعْسُرُ عَلَيْكَ، إِذْ عِلْمُكَ بِحَالِيْ يَكْفِيْ عَنْ سُؤَالِيْ، يَا مُفَرِّجَ كَرْبِ الْمَكْرُوْبِيْنَ فَرِّجْ عَنِّيْ مَا أَنَا فِيْهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِيْمِنِ، فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْناَهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ،  اَللَّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَ لَا يُمَنُّ عَلَيْهِ،  يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ، ياَ ذَا الطَّوْلِ وَ اْلاِنْعَامِ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ ظَهَرَ اللَّاجِيْنَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَمَأْمَنَ وَكَنْزَ الطَّالِبِيْنَ الْخَائِفِيْنَ، اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِى عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقَتَّرًا عَلَىَّ فِى الرِّزْقِ فَامْحُ، اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اِقْتَارَ رِزْقِي، وَ اَثْبِتْنِىْ عِنْدَكَ فِي اُمِّ اْلكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ الْحَقُّ فِى كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ، (يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ اُمُّ اْلكِتَابِ)، أَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحَقِّ التَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَ يُبْرَمُ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ اْلبَلاَءِ مَا نَعْلَمُ وَ مَا لا نَعْلَمُ،وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الأَعَزُّ الْأَكْرَمُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ اَمِيْنَ.
Artinya:
“Wahai Tuhanku, kedermawananMu, menunjukan saya (menghadap) kepadaMu, KebaikanMu mengantarkan aku terhadapMu, KemulyaanMu mendekatkan aku kepadaMu, Aku mengadu kepadaMu tentang sesuatu yang tidak samar bagiMu, dan aku memohon sesuatu yang tidak sulit bagiMu, karena pengetahuanMu, terhadap keadaanku mencukupi dari permohonanku”
“Wahai Dzat yang melapangkan deritanya orang-orang yang menderita, lapangkanlah derita yang sedang menimpa diriku, tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzolim, maka Kami (Allah) mengabulkan permohonannya dan menyelamatkannya dari kesusahan, demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman
Ya Allah, wahai dzat yang memberi anugrah, dan tidak menerima anugrah, Dzat Yang Mulia, Yang Maha Dermawan dan memberi nikmat, Tiada Tuhan melainkan Engkau Telah jelas (bagiNya) orang yang kembali padaNya, yang mohon perlindungan padaNya, yang memohon keselamatan dari orang-orang yang takut dan menjadi tempat segalanya bagi orang-orang yang meminta”.
Ya Allah, jika Engkau telah menentukan dalam buku catatanMu aku termasuk orang yang celaka, yang terhalang dari rahmatMu, yang tertolak dari ridloMu, dan disempitkan rizqiku, maka hapuskanlah ketentuan itu Ya Allah, dengan anugerahMu, (hilangkanlah) ketentuan celaka, terhalang, tertolak dan sempitnya rizqiku Tentukan dalam buku catatanMu, aku termasuk orang yang bernasib baik, mendapat kemudahan rizqi dan mendapat pertolongan untuk melakukan kebajikan Sungguh benarlah firmanMu dalam kitab yang diturunkan kepada utusanMu, (yang artinya) “Allah telah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkannya, disisiNyalah terdapat Ummul Kitab”
Saya memohon kepadaMu ya Allah, dengan kejelasan yang nyata dalam malam pertengahan Syaban yang dimuliakan, segala sesuatu (yang akan terjadi) telah dipisah-pisahkan waktu kedatangannya dan ditentukan baik buruknya, (saya memohon) agar bencana/musibah yang kami ketahui atau yang tidak kami ketahui, dan bencana yang hanya Engkau yang mengetahui, Engkau jauhkan dari kami Sungguh Engkau Maha Mengalahkan dan Maha Mulia
Semoga Allah senantiasa memberikan rohmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatNya”

Catatan:
Setelah selesai membaca Surat Yasin 3 kali, kemudian membaca do’a di atas 10 kali

Doa Yasin Versi Sebagian Ulama
بِسْمِ اللهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيْمِ ¤ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ،  اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يُمَنُّ عَلَيْهِ،  يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ، ياَ ذَا الطَّوْلِ وَ اْلاِنْعَامِ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَمَأْمَنَ اْلخَائِفِيْنَ، اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِىْ عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقَتَّرًا عَلَىَّ فِى الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَطَرْدِيْ وَاِقْتَارَ رِزْقِيْ، وَاَثْبِتْنِىْ عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَــــابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ اْلحَقُّ فِىْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ، عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ، (يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ اُمُّ اْلكِتَابِ)، اِلهِيْ بِالتَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ، فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ، الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُِّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَ يُبْرَمُ،  أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ اْلبَلاَءِ مَا اَعْلَمُ وَ مَا لا اَعْلَمُ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الأَعَزُّ الْأَكْرَمُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ ¤ اَمِيْنَ
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Dan semoga Allah melimpahkan rohmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad, para keluarga dan para sahabatNya
Ya Allah, wahai Dzat yang memberi anugrah, dan tidak menerima anugrah, Dzat Yang Mulia, Yang Maha Dermawan dan memberi nikmat, Tiada Tuhan melainkan Engkau Telah jelas (bagiNya) orang yang kembali padaNya, yang mohon perlindungan padaNya, yang memohon keselamatan dari orang-orang yang takut dan menjadi tempat segalanya bagi orang-orang yang meminta”
Ya Allah, jika Engkau telah menentukan dalam buku catatanMu aku termasuk orang yang celaka, yang terhalang dari rahmatMu, yang tertolak dari ridloMu, dan disempitkan rizqiku, maka hapuskanlah ketentuan itu Ya Allah, dengan anugrahMu, (hilangkanlah) ketentuan celaka, terhalang, tertolak dan sempitnya rizqiku Tentukanlah dalam buku catatanMu, aku termasuk orang yang bernasib baik, mendapat kemudahan rizqi dan mendapat pertolongan untuk melakukan kebajikan Sungguh benarlah pertolongan untuk melakukan kebajikan Sungguh benarlah firmanMu dalam kitab yang diturunkan kepada utusanMu, (yang artinya) ”Allah telah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkannya, disisiNyalah terdapat Ummul Kitab”
Ya Allah, dengan sangat jelas dalam malam pertengahan Sya’ban yang dimuliakan, segala sesuatu (yang akan terjadi) telah dipisahkan-pisahkan waktu kedatangannya dan ditentukan baik buruknya (Oleh sebab itu aku memohon) agar bencana/musibah yang kami ketahui atau yang tidak kami ketahui, dan bencana yang hanya Engkau yang mengetahui, Engkau jauhkan dari kami Sungguh Engkau Maha Mengalahkan dan Maha Mulia”
Semoga Allah senantiasa memberikan rohmat dan kesalamatan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatNya”

Catatan:
Setiap selesai membaca Surat Yasin satu kali, maka do’a tersebut dibaca satu kali

Membaca Dao Nishfu Sya’ban
Doa Nabi Adam AS
Pada malam Nishfu Sya’ban disunnahkan untuk mengamalkan do’a Nabi Adam AS sebagai berikut :
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلاَنِيَّتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ، وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَالِيْ، وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ، وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لاَ يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِيْ وَرَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui kerahasiaan dan kejelasan saya, maka terimalah alasan saya, Engkau mengetahui hajat saya, maka kabulkanlah permintaan saya, Engkau mengetahui yang ada pada diri saya, maka ampunilah dosa saya
Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepadaMu Iman yang menyentuh hati saya, keyakinan yang benar, sehingga saya mengetahui bahwa sesungguhnya tidak akan mengenai diri saya, kecuali apa yang telah Engkau tentukan, jadikanlah saya menerima atas keputusanMu

Doa Sayyid Wana’i
Lebih utama pada malam Nishfu Sya’ban (dan bulan Ramadlan) memperbanyak membaca do’a sebagai berikut :
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, yang senang mengampuni, maka ampunilah saya”
Ya Allah, saya memohon kepadaMu (untuk memberikan) ampunan, kesehatan dan keselamatan untuk selamanya didalam agama, dunia dan akhirat”

Doa Untuk Keselamatan
Pada malam Nishfu Sya’ban do’a berikut dibaca 2375 (dua ribu tiga ratus tujuh puluh lima) kali
لَا إِلهَ إَلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
Artinya:
Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya saya bagian dari orang-orang yang menganiaya”
Fadlilah: Insya Allah sepanjang tahun tersebut akan diselamatkan dari bencana dan musibah, dan dari hal-hal yang menyusahkan
Hadits riwayat dari Ibnu ‘Abbas menyebutkan:
لَقَدْ كَانَ دُعَاءُ أَخِى يُوْنُسُ عَجِيْبًا, أَوَّلُهُ تَهْلِيْلٌ, وَ أَوْسَطُهُ تَسْبِيْحٌ, وَآخِرُهُ إِقْرَارٌ بِالذَنْبِ : لآإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ : مَادَعَا بِهِ مَهْمُوْمٌ وَلاَ مَغْمُوْمٌ وَلاَ مَكْرُوْبٌ وَلاَ مَدْيُوْنٌ فىِ يَوْمٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ إِلاَّ  أُسْتُجِيْبَ لَهُ
Artinya:
Sesungguhnya doa saudaraku Yunus sangat mengherankan, yang awal beruba tahlil, yang tengah tasbih dan yang akhir pengakuan dosa, yaitu LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNI KUNTU MINADZ DZOLIMIN Tak seorangpun yang sedang susah, yang sedang resah, yang tertimpa musibah dan yang sedang terlilit hutang, (mau) membacanya 3 kali dalam sehari melainkan dikabulkan hajatnya”

Sholat Sunnah
Pada hari pertama bulan Sya’ban, menurut sebagian ulama disunnahkan menjalankan sholat sunnah 2 rokaat, dengan metode; Setiap selesai membaca Surat Al-Fatihah kemudian membaca Ayat  Kursi 10 kali dan ayat,
شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَ أُوْلُوْا العِلْمِ قَائِمًا بِالقِسْطِ، لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ العَزِيْزُ الحَكِيْمُ

Fadlilah: Barang siapa yang  mau menjalankan ibadah sunnah diatas, maka akan mendapat kenikmatan disurga, dimana mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar dan hati belum pernah membayangkan Selain itu, akan diselamatkan dari kesulitan dunia, mendapat rizqi yang berlimpah dan diberi keselamatan pada hari akhir.

Pada malam Nisfu Sya’ban (malam ke-15 Sya’ban), disunnahkan  mengerjakan dua rakaat shalat sunah dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Pada malam 15 Sya’ban sesudah kita melaksanakan fardlu Maghrib dan sesudah shalat sunah ba’diyah, lalu kita berdiri lagi untuk mengerjakan shalat sunnah Nisfu Sya’ban
  2. Lafaz dan niatnya adalah seperti berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِيْلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى اَللهُ أَكْبَرُ
Artinya:
Saya niat shalat sunah dua rakaat karena Allah ta’ala Allahu Akbar”
  • Bacaan surat sesudah al-Fatihah:
  • Rakaat pertama: Surah al-Kafirun
  • Rakaat kedua: Surah al-Ikhlas
  • Kerjakanlah dua rakaat sebagaimana salat sunah lainnya Sesudah salam, bacalah surat  Yasin sekali dengan niat dan pengharapan kiranya Allah SWT memanjangkan umur kita dalam keadaan tetap beribdah dan taat kepada Allah SWT.
  • Sesudah membaca Yasin satu kali, bacalah lagi Yasin untuk kedua kalinya sampai selesai, dengan niat dan pengharapan kiranya Allah SWT memberi kita rezeki yang halal untuk bekal ibdah kepada Allah SWT
  • Kemudian membaca Yasin lagi untuk ketiga kalinya dengan niat dan pengharapan kiranya Allah menetapkan iman kita
3. Setelah melaksanakan shalat dan membaca Yasin, bacalah doa khusus untuk malam Nisfu Sya’ban 
اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْفَضْلِ وَ يَا ذَا الْمَنِّ وَلاَ يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَاْلاَنْعَامِ، لَآ اِلَهَ اِلَّا اَنْتَ ظَهْرَاللَّاجِيْنَ وَجَارُ الْمُسْتَجِرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِىْ اُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِى الرِّزْقِ فَامْحُ اَللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَطَرْدِيْ وَاِقْتَارَ رِزْقِيْ وَاَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ فِيْ اُمّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفِّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِى كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُوْ اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ اُمُّ الْكِتَابِ اِلَهِىْ بِالتَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ فِىْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِى يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لاَ أَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya:
Ya Allah, Tuhan yang memberi dan tidak ada yang sanggup memberi-Mu Ya Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan Ya Tuhan Yang Maha Pemurah dan Pemberi nikmat-nikmat Tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan, melindungi orang-orang yang meminta perlindungan, dan tempat mengamankan diri bagi orang-orang yang ketakutan Ya Allah, seandainya Engkau telah menetapkan di sisi-Mu dalam Kitab Azali bahwa aku termasuk orang celaka atau sedikit rezeki, terusir atau terhalang, maka dengan kemurahan-Mu hapuskanlah (apa yang tercatat pada Kitab Azali itu) kecelakaanku, sedikitnya rezekiku, keterusiranku serta keterhalanganku Lalu tetapkanlah di sisi-Mu dalam Kitab Azali itu (gantilah) aku menjadi orang yang berbahagia, memperoleh rezeki dan dimudahkan ke jalan kebaikan Sesunguhnya Engkau berkata dan kata-kata-Mu adalah benar, sebagaimana tercantum dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan Nabi-Mu yang diutus (Muhammad), bahwa Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya ada Induk Kitab Ya Allah, dengan wujud-Mu yang Agung pada malam Nisfu Syaban yang mulia ini, yang di saat itu Engkau uraikan dan tetapkan segala urusan yang penuh hikmah, maka hidarkanlah aku dari bala bencana, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi Dengan limpahan rahmat-Mu, Ya Allah, Tuhan Yang Paling Pengasih di antara yang mengasihi”

Membaca Awalnya Surat Ad-Dukhon, Yaitu:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ حم (١) وَالْكِتَابِ الْمُبِيْنِ (٢) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ (٣) فِيْهَا يُفْرَقُ كُلِّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ (٤) أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ (٥) رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ (٦) رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ مُوْقِنِيْنَ (٧) لَآ إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيْتُ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الأوَّلِيْنَ (8)
Artinya :
  1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang
  2. Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan
  3. Sesungguhnya, Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya, Kami-lah yang memberi peringatan
  4. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah
  5. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul
  6. Sebagai rahmat dari Rabb-mu Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui
  7. Rabb Yang memelihara langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang menyakini
  8. Tidak ada Rabb (yang berhak disembah), melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Rabb-mu dan Rabb bapak-bapakmu yang terdahulu.
Dibaca 30 kali, mulai malam pertama bulan Sya’ban sampai malam ke 15, kemudian membaca dzikir dan sholawat, selanjutnya berdo’a tentang apa yang diinginkan Insya Allah akan segera dikabulkan oleh Allah.

Sumber: Buku Menggapai Ridha Ilahi: Panduan Lengkap Doa & Dzikir.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Start typing and press Enter to search