Kamis, 22 November 2018

Dari mana Asal-Usul Khat Arab?

Ini adalah RINGKASAN SEMINAR (1) yang diadakan Pusat Studi Al-Qur'an

Mula-mula perlu dikemukakan satu persoalan: apakah khat itu budaya manusia atau sesuatu yang turun dari langit? Jawabannya sesuai dengan pendapat Ibn Khaldun bahwa khat atau budaya tulis-menulis terkait dengan kemajuan satu bangsa. Jika satu bangsa maju maka budaya mereka juga maju, termasuk budaya tulis-menulis. Dengan demikian, tulis-menulis adalah budaya manusia yang bisa berkembang dan bisa menyusut. 

Tentang asal usul khat arab, ada dua pendapat. Pendapat pertama: khat arab bersal dari Arab Selatan yaitu khatnya bangsa Himyar, salah satu bangsa keturunan Arab asli dari keturunan Qahthan yang mendiami negeri Yaman. Inilah yang dikemukakan Ibnu Khaldun dalam Muqadimah-nya.

مقدمة ابن خلدون - (1 / 237)
وقد كان الخط العربي بالغاً مبالغة من الإحكام والإتقان والجودة في دولة التبابعة، لما بلغت من الحضارة والترف، وهو المسمى بالخط الحميري. وانتقل منها إلى الحيرة لما كان بها من دولة إلى المنذر نسباء التبابعة في العصبية، والمجددين لملك العرب بأرض العراق. ولم يكن الخط عندهم من الإجادة كما كان عند التبابعة، لقصور ما بين الدولتين. فكانت الحضارة وتوابعها من الصنائع وغيرها قاصرة عن ذلك. ومن الحيرة لقنه أهل الطائف وقريش فيما ذكر. ويقال: إن الذي تعلم الكتابة من الحيرة هو سفيان بن أمية ويقال حرب بن أمية، وأخذها من أسلم بن سدرة. وهو قول ممكن

Khat arab telah mencapai tingkatan yang sangat maju pada saat Dinasti Tababi’ah, karena tingkat kemajuan peradaban mereka. Inilah yang sebut “Khat Himyari”. Dari Himyar, kemudian khat ini berpindah ke negeri “Hirah” sewaktu kekuasaan dipegang oleh dinasti “Mundzir” yang mempunyai hubungan erat dengan kaum “Tababi’ah” dan yang memperbarui kekuasaan Arab di Irak. Hanya saja, khat mereka tidak sebegitu baik sebagaimana pada masa “Tababi’ah”. Dari Hirah inilah penduduk Thaif dan Quraisy memepelajari khat ini.

Pendapat kedua—yang diikuti banyak pengamat—mengatakan bahwa khat arab berasal dari khat bangsa Aramis yaitu salah satu dari unsur bangsa Smith, yang eksis pada abad ke 9 Sebelum Masehi. Kemudian tulisan bangsa Aramik dilanjutkan oleh kaum Nabatian, dan kemudian berpindah ke Anbar. Dari Anbar inilah kemudian menyebar ke Mekah melalui Harb bin Umayyah, salah seorang pedagang yang sering hilir mudik ke Irak untuk berniaga. Pendapat ini berdasarkan penelitian atas tulisan-tulisan yang tertoreh di batu-batu di pegunungan di sekitar Irak. Tulisan berukir di batu yang bisa diketahui oleh para sejarawan adalah tulisan Umi Jamal yang muncul pada 250 atau 270 M. Atau juga tulisan an-Nammarah atau an-Nimarah yang tertulis pada kuburan seorang raja yang bernama Imru’ul Qais diketahui pada 328 M.

Di antara contoh-contoh yang dikemukakan adalah tulisan di bawah ini.

ثلثين ثلاثين
سلم سلام
أبوهى أبوها
هرثت هارثت
بخرن  بخران
ملكو (تاريخ العرب قبل الاسلام) ملك

 
انظر : غانم قدورى الحمد : تاريخ المصحف 
المقصل فى تاريخ العرب قبل الاسلام.

Dari contoh-contoh di atas, pendapat kedua yang mengatakan bahwa khat Arab berasal dari utara lebih mendekati kebenaran. Terlepas dari itu terminal terakhir sebelum khat Arab memasuki kota Mekah atau Thaif adalah daerah Irak, apakah di Anbar atau Hirah atau lainnya. Diketahui bahwa hubungan perdagangan antara Mekah dan Hirah atau Anbar telah berlangsung lama sebelum Islam datang. 


KAJIAN MEMBUMIKAN AL-QURAN--Revisi Penulisan Mushaf al-Qur'an: Ilmiah atau Bid'ah?

Narasumber : KH. DR. Ahsin Sakho Muhammad, MA
Sumber: Qaf
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Start typing and press Enter to search